Berita Kota Metro

News

Menteri Susi: Kita Salah Pilih, Jika Jokowi-JK Tak Lakukan Perubahan

Menteri Susi: Kita Salah Pilih, Jika Jokowi-JK Tak Lakukan Perubahan
April 13
17:32 2015

Beritakotametro.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti masih marah besar terkait nahkoda dan Anak Buah Kapal (ABK) MV Haifa hanya dikenakan hukuman satu tahun penjara dan juga denda Rp 250 juta oleh Pengadilan Negeri Ambon. Padahal, kapal China yang berbendera Panama itu telah melakukan pencurian hasil laut terbesar sepanjang sejarah di Indonesia.

Terkait hal tersebut, Menteri Susi meminta agar Jokowi-JK ikut turun tangan untuk mengatasi hal tersebut. Dia juga berharap agar hukuman yang dijatuhkan terhadap MV Haifa diperberat untuk memberi efek jera sehingga bisa menjadi bukti akan perubahan yang dilakukan oleh Indonesia.

“Laut kita harus bisa dinikmati genarasi kemudian,” kata Susi di Jakarta, Senin (13/4).

Menteri Susi juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima tawaran menjadi anggota kabinet kerja dikarenakan Jokowi menawarkan perubahan. Ketika ia ditunjuk menjadi menteri kelautan dan perikanan, ia mengaku sangat semangat untuk menegakkan kedaulatan Indonesia dan menjadi laut sebagai ketahanan energi.

“Jokowi-JK mereka ingin berubah. Kita berharap, karena itu pilihan kita. Bila tidak, berarti kita salah pilih,” katanya.

Sebelumnya, MV Haifa ditangkap oleh petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan pada bulan Januari lalu. Kapal tersebut dituding telah mencuri sebanyak 900.702 ton hasil laut Indonesia.

Diantarannya adalah, 800.658 ton ikan beku, 100.44 ton udang beku dan juga 66 ton ikan hiu martil dan hiu koboi yang saat ini merupakan ikan yang dilindungi. Kapal ini juga diduga sudah melakukan tujuh kali pencurian ikan di Indonesia sejak tahun 2014 dan membuat negara mengalami kerugian sebesar  Rp 70 miliar.

Tags


Share

Komentar Anda Mengenai : Menteri Susi: Kita Salah Pilih, Jika Jokowi-JK Tak Lakukan Perubahan