Berita Kota Metro

News

Grup Djarum Ternyata Geluti Bisni Lain Disamping Rokok

Grup Djarum Ternyata Geluti Bisni Lain Disamping Rokok
April 11
01:32 2015

Beritakotametro.co.id – Grup Djarum yang sudah kenal sebagai produsen rokok terkemukan di tanah air ternyata diam-diam tengah mengembangkan beberapa bisnis diluar dari rokok. Ya perusahan miliki Keluarga Hartono memang dikenal sebagi perusahaan rokok terbesar di tanah air yang telah dilakoni sejak 1951 tahun yang lalu.

Hal tersebut turut dibenarkanoleh Chief Operating Officer PT Djarum, Victor R Hartono yang turut membeberkan beberapa bisnis sampingan yang tengah digeluti oleh Grup Djarum. Ada beberapa alasan kenapa kami turut memperluas bisnis diluar dari rokok, karena rokok dari dulu ya hanya seperti itu. Konsumen terus bertambah, tapi cukai dan peraturan baru tentang rokok juga terus bertambah. Hal tersebutlah yang mendasari kami untuk perlu memperluas jaringan bisnis diluar daripada rokok, tuturnya.

Menurut informasi yang dikutip Beritakotametro.co.id dari Kompas.com, Grup Djarum saat ini tengah menggeluti bisnis perkebunan dan hutan tanaman undustri. Melalui PT Hartono Plantation Indonesia, Grup Djarum memiliki kebun sawit yang sudah ditanami, seluas 30.000 hektare (ha) di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Target Djarum, memiliki 50.000 ha kebun sawit.

Potret harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dunia yang meredup tak membikin Grup Djarum jiper. Katalis positifnya adalah tiga konsumen besar CPO dunia yakni China, India dan Indonesia sendiri.

Katalis positif lain, aneka hasil turunan CPO memiliki nilai jual yang menjanjikan. Sebut saja minyak goreng dan bahan kosmetik. Sayang, Victor, enggan mengungkapkan anggaran ekspansi bisnis itu.

Sebagai gambaran saja, sejumlah emiten saham perkebunan kelapa sawit yang menggelar ekspansi penambahan lahan dan penanaman sawit, menyediakan anggaran Rp 60 juta-Rp 65 juta per ha. Anggaran itu untuk membeli lahan serta menanam dan merawat pohon sawit. Anggaran itu berlaku untuk empat tahun sampai tanaman berbuah. Jika mengacu pada hitungan para emiten itu, untuk menambah 20.000 ha kebun sawit, setidaknya kelompok usaha ini harus menganggarkan Rp 1,8 triliun-Rp 1,95 triliun dalam empat tahun.



Share

Komentar Anda Mengenai : Grup Djarum Ternyata Geluti Bisni Lain Disamping Rokok