Berita Kota Metro

News

Miris! Nata de coco Campuran Pupuk, Dijual di Banyak Minimarket

Miris! Nata de coco Campuran Pupuk, Dijual di Banyak Minimarket
April 01
15:09 2015

Beritakotametro.co.id – Baru kemarin kita mendengar berita mengenai beredarnya bakso yang dicampur daging babi/celeng, saat ini kita dengar lagi berita dengan makanan yang biasa kita konsumsi pada bulan ramadhan.

Nata de coco sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia, bahan yang satu ini juga sering digunakan untuk campuran Es, karena rasnaya yang menyegarkan.

Diketahui Pemilik salah satu pabrik nata de coco mencampurkan bahan kimia pada olahannya yang berlokasi di Sidomoyo, Godean, Sleman.  Pelaku yang berinisial DAP mengaku dapat  memproduksi 700 kg nata de coco setiap harinya. Nata de coco buatannya kemudian dikirim ke tiga PT di Bogor dan Bekasi.

Kapolres Sleman AKBP Faried Zukarnaen menuturkan, tiga PT tersebutlah yang nantinya mengolah dan juga mengemas nata de coco hasil olahan pelaku dengan merek sesuai dengan pesanan.

“Pengakuan dari DAP, itu diberi merek beberapa swalayan dan toko berjaring, dia juga menyebutkan Alfamart dan Indomaret,” kata Faried kepada wartawan, Sleman, Rabu (1/4).

Untuk jumlah berapa banyaknya nata de coco yang dikirimkan ke tiga PT tersebtu, tergantung dari pesanan. Namun biasanya nata de coco dikirim setiap minggu atau dua minggu sekali.

Menurut pengakuan DAP, nata de coco diolah dengan dicampur 100 liter air kelapa, 300 gram pupuk ZA dan juga dicampurkan gula lalu direbus. Barulah setelah itu hasil rebusan dituangkan ke loyang-loyang lalu dijemur hingga kering dan menggumpal.

“Waktu kita ke sana ada sekitar 5.000 loyang siap kirim ke Bogor dan Bekasi untuk dikemas dan berikan perasa,” tandasnya.

“Itu nanti setiap minggu atau dua minggu dikirim, sesuai permintaan,” ujarnya.

Kepolisian sudah berkoordinasi dengan BPOM untuk memastikan bahwa nata de coco tersebut tidak baik dikonsumsi. Jika sudah ada kepastian pihaknya akan segera menetapkan DAP sebagai tersangka.

“Kalau benar yang ada di toko jejaring itu produk milik DAP, biar nanti BPOM yang bertindak. Nanti kita akan jerat dengan UU Pangan,” tandasnya.



Share

Komentar Anda Mengenai : Miris! Nata de coco Campuran Pupuk, Dijual di Banyak Minimarket