Berita Kota Metro

News

Pemerintah Angkat Bicara Mengenai Kasus Perusahaan Tambang Inggris

Pemerintah Angkat Bicara Mengenai Kasus Perusahaan Tambang Inggris
March 03
03:39 2014

Berita Kota Metro – Dikabarkan Kalah Dengan Perusahaan Tambang Inggris, Pemerintah Brontak Kebenarannya. Pemerintah membantah atas isu beredar yang mengatakan kekalahan yang dialami tanah air atas Perusahaan Tambang Inggris.

Gugatan Inggris yang pada Pengadilan Arbitrase Tribunal International Center for Settlement and Investment Dispute (ICSID) Singapura mengatakan bahwa indonesia keberatan akan dibentuknya tribunal arbitrase.

Akibat kekalahan tersebut beberapa media masa mau itu internet atau surat kabar mengatakan atas kekalahan atas masalah ini, indonesia dituntut harus ganti rugi sebesar 2 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 20 triliun rupiah.

Sekretaris Kabinet Dipo Alam angkat bicara mengenai masalah ini, beliau membantah bahwa Indonesia tidak kalah dalam Gugatan arbitrase itu. Arbitrer hanya menolak atas keberatan Pemerintah Indonesia yang berpendapat bahwa tribunal arbitrase hanya dapat dibentuk dengan persetujuan tertulis Pemerintah Indonesia.

Pemerintah Angkat Bicara Mengenai Kasus Perusahaan Tambang Inggris

Pemerintah Angkat Bicara Mengenai Kasus Perusahaan Tambang Inggris

Keputusan seperti ini adalah hal yang Lazim terjadi, menurut Dipo dalam persidangan hal yang lazim jika pihak keberatan atas putusan pengadilan yang mengadili sengketa mereka.

setelah arbitrase memeriksa perkara ini, baru selanjutnya masalah ini dipriksa pokok sengketanya serta bukti bukti yang memperkuat perkara tersebut.

Sengketa yang dilaporkan dari tanggal 22 Mei 2012 silam, dan ICSID pada tanggal 30 Mei 2012 mengirim pemberitahuan kepada pihak pihak tergugat.

Pihak tergugat yakni Presiden Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Kehutanan, Menteri Luar Negeri, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bupati Kutai Timur. jika terbukti kalah, Churchill menuntut ganti rugi sebesar 2 miliar dollar AS kepada pemerintah Indonesia.

“Sekali lagi Kami pertegas, bahwa masalah ini belum ada keputusan apa pun dari pihak pengadilan, jadi belum ada yang di pastikan siapa yang kalah, dan siapa yang menang.” ujar Dipo dalam pertemuan di Jakarta jumat dini hari.

Jalan persidangan atas malash ini pun masih panjang, dan berdebatan atas argumen masing masing pun masih banyak di lontarkan, karena itu pemerintah tidak harus membayar sejumlah uang kepada pihak Churchill.

Tags


Share

Komentar Anda Mengenai : Pemerintah Angkat Bicara Mengenai Kasus Perusahaan Tambang Inggris