Berita Kota Metro

News

Lapor Anak Hilang, Eh Dicueki Polisi?

Lapor Anak Hilang, Eh Dicueki Polisi?
October 13
14:07 2014

Beritakotametro.co.id – Polisi seharusnya bisa mengayomi dan memberi rasa aman terhadap masyarakat disekitarnya, apalagi jika ada laporan tindak kriminal dari masyarakat sekitar, seharusnya polisi lebih sigap untuk langsung beroprasi mengatasi tindak kriminal tersebut.

Seperti pristiwa di Aceh berikut ini, keluarga melaporkan bahwa anak nya (korban) tidak pulang kerumah selepas pergi kepasar, korban telah hilang dari 4 bulan yang lalu, korban berasal dari desa Ie Rhop, Kecamatan Simpang Mamplang, Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Korban yang sedang mengaji di Pesantren Darul Munawwarah, Ulee Glee, Kabupaten Pidie, pergi ke pasar Ulee Glee dengan menumpang RBT pada tanggal 17 Juni 2014. Kemudian saat itulah Rosmidar tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang.

Mengetahui korban tidak kembali ke rumah dan nomor handphone saat dihubungi tidak aktif, lalu pihak keluarga pada 24 Juni 2014 melaporkan kasus tersebut pada Polsek Samalanga, Kabupaten Bireuen. Namun pihak Polsek tidak merespon dan mengatakan tidak memiliki anggaran untuk menangani kasus tersebut.

“Tidak ada respon apapun dari pihak Polsek, mereka bilang tidak memiliki anggaran,” kata saudara kandung korban, Asari, Senin (13/10) di Banda Aceh.

Kemudian setelah satu bulan tidak ada respon dari pihak Polsek Samalanga dan pihak keluarga telah mencari pada kerabat dan teman-temannya. Lalu pihak keluarga korban melaporkan kasus tersebut pada Polres Kabupaten Bireuen, namun lagi-lagi pihak keluarga korban kecewa karena tidak ditanggapi dan ditindaklanjuti.

“Pihak Polres Bireuen juga tidak merespon, katanya tidak ada bukti kuat dan mereka berdalih sebentar lagi juga akan pulang,” tukasnya.

Asari mengaku, tidak ada persoalan yang berarti di keluarga mereka dengan korban yang diduga korban trafficking. Akan tetapi 8 bulan sebelum korban hilang, ada seorang pengusaha yang melamar korban. Namun pihak keluarga dan korban tidak menerimanya.

“Dulu memang ada sekitar 8 bulan lalu ada orang kaya yang melamar adik saya, tetapi adik saya menolak karena masih mau mengaji,” tukasnya.

Dia melanjutkan, pihak keluarga pengusaha itu tetap saja membujuk Rosmidar dan kedua orang tuanya agar mau menikah dengan seorang pria yang sudah 4 kali cerai itu. “Orang kaya itu tetap saja meminta agar adik saya mau menikah, adik saya juga menolak, apa lagi pria itu sudah 4 kali kawin cerai,” ujarnya.

Kemudian pihak keluarga korban melaporkan kasus tersebut pada Lembaga Bantuan Hukum Anak (LBH Anak) Banda Aceh pada tanggal 2 Oktober 2014. Kasus tersebut saat ini sudah didampingi oleh lembaga tersebut.

Sementara itu Manager Program Lembaga Bantuan Hukum Anak (LBH Anak) Banda Aceh, Rudi Bastian mengatakan semestinya polisi harus menerima laporan keluarga korban, karena satu kali 24 jam anak tidak kembali polisi sudah harus mencari dan menindaklanjuti kasus tersebut.

“Harusnya polisi harus bertindak dan menindaklanjuti pencarian tersebut, tidak ada alasan bagi polisi menolaknya. Karena kita menduga ini trafficking dan sekarang kita sedang berupaya melaporkan pada Polda Aceh,” terang Rudi Bastian. (merdeka.com)



Share

Komentar Anda Mengenai : Lapor Anak Hilang, Eh Dicueki Polisi?