Berita Kota Metro

News

Kisah Polisi Jujur, Menegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Kisah Polisi Jujur, Menegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
October 13
13:47 2014

Beritakotametro.co.id – Dijaman sekarang ini, untuk menemukan aparat yang jujur, adil dan bijaksana rasanya sangat sulit sekali, padahal aparat-aparat negara ini jika kita lihat hidup mereka sudah cukup difasilitasi negara, tetapi ada saja tindakan-tindakan yang sepatutnya memang tidak dilakukan oleh aparat penegak hukum, karena aparat terutama Polisi sebagai aparat yang dekat dengan masyarakat, seharusnya menjadi contoh, panutan dan abdi masyarakat di lingkungan masyarakat.

Memang tidak bisa dipungkiri untuk saat ini, suap, korupsi, kolusi dan nepotisme bisa dilakukan oleh siapa saja, dari Pejabat Tinggi hingga masyarakat menengah kebawah sepertinya sudah tidak asing lagi dengan istilah istilah tersebut.

Fenomena yang terjadi saat ini, masyarakat melihat Polisi bukannya segan, tetapi takut. Takut kenapa? takut terkena masalah, padahal polisi tersebut sedang melaksanakan tugas yang benar untuk menertibkan pengendara yang tidak taat aturan. Tetapi karena ada sebagian Polisi-polisi nakal yang tidak bertanggung jawab, dan memanfaatkan nama instansi sebagai tameng hukum dan untuk tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh Aparat Polisi.

Tetapi dibalik itu semua, tidak semuanya polisi memiliki sifat yang sama, ada kisah menarik tentang seorang Polisi Jujur, anti suap dan tidak pernah pandang bulu dalam menegakan hukum yang ada, siapakah sosok tersebut?

Irjen Ursinus Medellu menjabat Direktur Lalu Lintas Markas Besar Angkatan Kepolisian tahun 1965-1972. Saat Jenderal Hoegeng menjabat Kapolri, Ursinus adalah komandan lalu lintasnya. Seperti Hoegeng, Ursinus juga antisuap dan tak pandang bulu menegakkan hukum.

Ceritanya periode 1960an, Ursinus mengendarai mobil jip dinasnya di kawasan Jl Thamrin. Dia melihat seorang anak muda yang mengendarai mobil sedan dengan ugal-ugalan. Disetop petugas, anak muda itu cuek saja.

Maka Ursinus tancap gas mengejar sedan itu. Diberinya isyarat supaya berhenti, tapi si anak muda malah menantang. Ursinus kemudian mengambil tindakan tegas. Dia memepet mobil sedan itu hingga menabrak trotoar dan berhenti.

“Si anak muda itu keluar, dia tantang papa saya. Katanya dia anak menteri. Papa saya bilang, nggak ada urusan. Sekarang kamu ikut ke kantor,” kata Elias Christian Meddelu, putra sulung Ursinus menceritakan kisah itu saat menerima tim liputan merdeka.com di rumahnya di kawasan Otista, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Ursinus meneladani Hoegeng. Polisi jangan takut menegakkan hukum, siapa pun orangnya. Tugas utama polisi melindungi dan melayani rakyat. Bukan melindungi dan melayani anak pejabat.

Maka kalau paham tugasnya polisi tak menerima sogok. Ursinus menolak suap, walau hanya sebuah lemari dari pengusaha. Padahal tak ada lemari pakaian di rumahnya. Dia juga menolak upeti 1.000 liter minyak yang biasanya jadi jatah Kapolda Sumatera Utara. Bayangkan ada jenderal polisi yang kesulitan menguliahkan anaknya. Tapi itulah Ursinus Medellu.

Semoga Aparat-aparat di Negeri ini bisa mencontoh sosok beliau dalam menegakan hukum, sehingga masyarakat akan lebih segan karena menghormati bukan segan karena takut lalu mencemooh dan menggunjing aparat di kalangan masyarakat lain.



Share

Komentar Anda Mengenai : Kisah Polisi Jujur, Menegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu