Berita Kota Metro

News

Pelantikan Presiden Berpotensi dijegal, Ini Kata Jokowi

Pelantikan Presiden Berpotensi dijegal, Ini Kata Jokowi
October 12
09:01 2014

Beritakotametro.co.id – Berita Politik Hari Ini – Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo – Jusuf Kalla akan resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai pemimpin RI 1 ini pada Senin 20 Oktober 2014.

Pemerintahan Jokowi-Jk akan resmi mengganti pemerintahan SBY pada 20 Oktober 2014 kedepan hingga tahun 2019.

Pertarungan sengit yang dialami pada proses Pemilihan Umum 9 Juli 2014 lalu, antara kedua kubu yaitu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan Koalisi Merah Putih (KMP) tidak berhenti begitu saja. Pasca KPU memutuskan kemenangan pasangan terpilih Jokowi-Jk, kubu Prabowo-Hatta yang tergabung dalam KMP langsung melayangkan gugatan ke MK karena merasa ada yang tidak beres pada proses Pemilihan Umum yang dilaksanan.

Tetapi, gugatan ke MK tersebut tidak membuktikan apa-apa untuk Kubu Jokowi-Jk, dengan begitu Jokowi-Jk sudah pasti melenggang ke kursi utama kepemimpinan RI.

Tidak sampai disitu, KMP dengan kekuasanya yang besar pada parlemen langsung mengubah strategi dengan mengubah aturan pada UU MD3, dan bisa kita lihat KMP bisa dengan mudah untuk mengubah itu semua, ditambah lagi dengan aksi Walk Out oleh Partai Demokrat ini menambah poin sukses kubu KMP untuk mengesahkan rancangan UU MD3. Pada sebelumnya Partai Demokrat menolak atas pengesahan UU MD3, dan memilih untuk diadakannya Pemilihan Kepala Daerah langsung dipilih oleh rakyat, tetapi berbanding terbalik ketika mereka melakukan aksi Walk Out!

Pelantikan Jokowi-Jk berpotensi dijegal, apa kata Jokowi?

Jokowi mengatakan, seharusnya dalam sebuah negara tidak harus ada saling jegal antara pemerintah dan parlemen. Menurutnya, pemerintahan bukan untuk kepentingan perseorangan, tetapi untuk rakyat banyak.

“Semangat kita mestinya, setelah pilpres selesai untuk membenahi negara ini, menyejahterakan negara kita. Semuanya harus ke situ. Jangan ada semangat jegal menjegal,” kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Kamis 9 Oktober 2014 kemarin.

Jokowi mengatakan, apabila ingin bertarung kembali bisa dilakukan lima tahun ke depan, di pemilihan presiden mendatang. Bukan saling menjegal yang berimbas kepada masyarakat.

“Nanti, baru tarungnya lima tahun lagi. Jangan ada semangat jegal menjegal. Saya tidak mengerti pemikiran seperti apa kalau seperti itu. Ada jegal menjegal, ini untuk rakyat dan negara, ini bukan untuk kepentingan Jokowi,” ujarnya.

Jokowi menambahkan, meski ada ancaman-ancaman dari Koalisi Merah Putih, ia mengaku tidak takut. Menurut dia, Indonesia adalah sebuah negara yang menganut sistem presidensial.

Kekuasaan eksekutif di dalam negara yang menganut sistem presidensial, menurutnya, dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasaan legilatif.

Kata Jokowi, apabila Indonesia menganut sistem pemerintahan parlementer, mungkin dirinya harus takut terhadap parlemen. Tetapi, karena dia dipilih rakyat, ia yakin akan mendapat dukungan penuh dari rakyat dalam menjalankan pemerintahannya.

“Kita itu sistemnya apa, presidensial. Kamu tahu tidak apa sistem presidensial?” katanya.(viva.co.id)



Share

Komentar Anda Mengenai : Pelantikan Presiden Berpotensi dijegal, Ini Kata Jokowi