Berita Kota Metro

News

30 Persen Pemalsuan Komestik Dan Obat Sudah Marak Di Indonesia

30 Persen Pemalsuan Komestik Dan Obat Sudah Marak Di Indonesia
February 27
11:11 2014

Berita Kota Metro – 30 Persen Pemalsuan Komestik Dan Obat Sudah Marak Di Indonesia. Dalam wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia termasuk dalam Negara yang marak Pemalsuan Komestik dan Obat diberbagai merk.

Produk tersebut termasuk produk illegal dan palsu. Menurut Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake mengatakan bahwa “Statistik menunjukan 30 persen produk kosmetik dan obat di ASEAN adalah produk palsu. Termasuk di Indonesia,”blake juga mengatakan bahwa ia telah membuka acara peluncuran Kompetisi Iklan Layanan Masyarakat tentang Bahaya Obat dan Kosmetik Palsu di @america, Pasiffic Place Mall, Jakarta.

30 Persen Pemalsuan Komestik Dan Obat Sudah Marak Di Indonesia

Tak hanya itu, demi menginformasikan kepada warga Negara terkait bahaya yang ditimbulkan akan adanya produk palsu tersebut ia mengadakan kerjasama dengan Badan POM dan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan untuk bisa menjawab masalah ini dengan konten

Selain itu, Duta Besar Amerika Serikat dalam acara ini juga diprakarsai Badan Pengawas Obat dan Masyarakat. Tidak sedikit produk yang sudah beredar di pasaran atau di wilayah tanah air, dan dalam kabar yang beredar. Perbedaan produck palsu dengan yang asli hanya sedikit perbedaan penampilannya.

Duta Besar tersebut sangat berharap dengan diadakannya kegiatan semacam ini bisa melibatkan pemuda dalam negeri khususnya untuk dapat membangun kesadaran masyarakat agar tidak menggunakan produk obat dan kosmetik illegal dan palsu yang akan membahayakan keselamatan dirisendiri.

Karena untuk menghilangkan product yang sudah beredar saat ini adalah hal sangat sulit dilakukan, karena itu dengan adanya acara pemberitahuan ini sangat mengharapkan bagi kebiasaan pengguna product ilegal ini agar stop menggunakan product tersebut.

Tags


Share

Komentar Anda Mengenai : 30 Persen Pemalsuan Komestik Dan Obat Sudah Marak Di Indonesia