Berita Kota Metro

News

Sejarah Singkat Hadirnya Investasi MMM di Indonesia

Sejarah Singkat Hadirnya Investasi MMM di Indonesia
August 08
11:11 2014

MMM memang tergolong bisnis investasi baru dikalangan masyarakat tanah air, namun sebenarnya MMM hadir lebih dulu di luar negri tepatnya dari Negara Rusia.

Jika di Indonesia MMM memiliki kepanjangan “Manusia Membantu Manusia”, namun sebenarnya MMM adalah singkatan dari Mavrodi Mondial Moneybook.

Menurut berbagai sumber yang turut diberitakan kronologis kehadiran bisnis MMM ini bermula dari sejumlah warga negara Rusia yang mengenalkan akan bisnis menggiurkan ini. MMM sendiri telah dikenal oleh masyarakat Rusia sejak Juli 2012.

Hadirnya MMM di Indonesia lebih dikarenakan faktor pertemuan dari Leader MMM dari berbagai negara yang tengah meluaskan jaringan hingga ke mancanegara.

Pada Oktober 2012, Robertus Julyanto bertemu dengan Leader MMM Ukraina bernama Stanislav Boyko, yang fasih berbahasa Inggris. Singkat kata, pada November 2012, Robertus mulai bergerak mencari orang yang mau bergabung dengan MMM. Pada 26 Januari 2013, MMM Indonesia mulai beroperasi dengan 50 partisipan.

“Saat ini jumlah partisipan MMM di bawah saya ada 685.000 akun,” kata Robertus, yang ditemui di sebuah pusat perbelanjaan di bilangan Senayan, Jakarta, 28 Mei 2014.

Seperti yang dikutip beritakotametro.co.id dari Kompas.com, Selain Robertus, ada beberapa orang Indonesia lagi yang mengembangkan MMM dengan mencantel leader MMM dari negara lain. Dengan jumlah kaki 685.000 akun, Robertus menjadi manajer MMM yang paling besar. Pasalnya, di Indonesia, hanya ada kurang dari satu juta akun di MMM.

Angka 685.000 ini tidak menggambarkan jumlah orang Indonesia yang menjadi partisipan MMM. Sebab, siapa pun bisa memiliki lebih dari satu akun karena untuk bergabung ke MMM cukup menggunakan nomor ponsel, alamat e-mail, dan nomor rekening bank. “Tapi, kalau ketahuan ada yang punya lebih dari satu, akunnya kami blok,” ujar Robertus.

MMM, kata Robertus, bukan sebuah perusahaan, melainkan komunitas. Lelaki paruh baya yang pernah menjadi petinggi salah satu bank swasta yang dilikuidasi tahun 1998 itu bilang, MMM tidak mengumpulkan dana masyarakat. Uang partisipan tetap ada di rekening mereka masing-masing. MMM cuma membantu para partisipan tersebut untuk membantu partisipan lain yang membutuhkan uang.

Namun, agar menarik minat masyarakat, disertai dengan bonus yang cukup menggiurkan. Teknisnya, setelah melakukan pendaftaran di situs resmi MMM, partisipan harus menyodorkan bantuan uang senilai Rp 100.000 hingga maksimal Rp 10 juta. Di MMM, menyodorkan bantuan dana ini dikenal dengan istilah Provide Help (PH).

Setelah bantuan tersebut sukses dikirim kepada partisipan lain, dalam tempo sekitar sebulan atau 40 hari, partisipan tersebut bisa giliran minta dibantu oleh partisipan lain. Istilah yang digunakan untuk meminta giliran dibantu ini adalah Get Help (GH).

Nah, nilai GH yang bisa diminta sebesar nilai PH yang sebelumnya diberikan ditambah 30 persen dari nilai PH tersebut. “Untuk bisa Get Help, semua partisipan harus Provide Help lebih dulu,” kata Robertus.

Bagi partisipan yang berhasil merekrut orang lain untuk bergabung di MMM diberikan bonus referral 10 persen dari jumlah PH yang diberikan oleh orang yang direkrut tersebut. Bonus referral ini bisa diperoleh maksimal empat kali. Jika ingin kembali mendapatkan bonus referral, orang yang direkrut tadi harus kembali melakukan PH lebih besar dari sebelumnya.

Nah, jika orang yang direkrut tadi mengajak orang lain untuk bergabung di MMM, maka ia juga bisa mendapatkan bonus referral 10 persen. Orang yang ada di level atas juga akan menikmati bonus referral dengan besaran beragam, mulai dari 5 persen per PH hingga 0,1 persen per PH. Semakin tinggi level seseorang dalam piramida MMM, makin kecil persentase bonus referral yang diterima, yakni hingga minimal 0,1 persen.



Share

Komentar Anda Mengenai : Sejarah Singkat Hadirnya Investasi MMM di Indonesia