Berita Kota Metro

News

Ini Sejarah Lahirnya ISIS Versi Kurz Gesagt

Ini Sejarah Lahirnya ISIS Versi Kurz Gesagt
August 06
14:06 2014

Beritakotametro.co.id – Hadirnya sekumpulan kelompok yang mengaku sebagai (Islamic State of Iraq and Syria) atau (Islamic State in Iraq and al-Sham) atau disingkat ISIS ini memang banyak menyita perhatian publik akhir-akhir ini. Sejarah Lahirnya ISIS pun saat ini juga turut menjadi pencarian tertinggi di dunia maya.

ISIS saat ini turut dituding sebagai generasi jaringan teroris baru dan yang lebih menghawatirkan saat ini telah diresmikan ISIS di Indonesia meskipun belakangan kelompok ini tidak diizinkan berkembang di Indonesia.

Sejarah Lahirnya ISIS di Indonesia dimulai dari beredarnya video youtube yang berisi ajakan dari pemimpin ISIS Indonesia yakni Abu Muhammad Al-Indonesia untuk bersama-sama berjuang.

Bagaimana sejarah terbentuknya ISIS berikut ini beritakotametro.co.id berikan untuk anda cerita terbentuknya ISIS seperti dilansir dari Kompas.com.

Lahirnya sejumlah kelompok baru seperti ISIS diawali dari sekelompok desainer, jurnalis, musisi, animator, dan programer yang menyebut diri Kurz Gesagt mencoba menjelaskan secara ringkas sejarah terbentuknya Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS dalam sebuah video-grafis berdurasi 4 menit. Kurz Gesagt merupakan istilah bahasa Jerman yang bisa diterjemahkan sebagai “memperpendek cerita panjang”.

Video-grafis Kurz Gesagt memulai kisah ISIS tahun 2013. Tahun itu, AS menginvasi Irak karena negara itu dituduh terkait dengan kegiatan terorisme dan punya senjata pemusnah massal. Ketika itu, Sadam Husen adalah penguasa Irak. Sadam merupakan bagian dari golongan minoritas Sunni (sekitar 20 persen dari populasi) yang merepresi mayoritas Syiah (63 persen dari populasi).

AS menaklukan Irak dengan cepat. Namun AS tidak punya rencana untuk Irak.Sejak sejak itu, kaum mayoritas Syiah mengambil alih kekuasaan dan pada gilirannya merepresi golongan Sunni. Tentu saja kalangan Sunni tidak diam saja. Pemberontakan kalangan Sunni mulai muncul. Kelompok teroris seperti Al Qaeda masuk ke Irak dan kelompok-kelompok pemberontak lokal yang terdiri dari kalangan minoritas Sunni mulai bertempur melawan tentara AS. Irak pun jatuh dalam perang saudara berdarah tahun 2006. Sejak itu, warga Irak terbelah berdasarkan agama, Sunni yang umumnya tinggal di utara dan Syiah yang umumnya di selatan.

Jadi dalam sebuah ironi tragis sejarah, invansi AS justru melahirkan kaum teroris yang pada awal hendak disingkirkan AS. Kini, Irak malah menjadi lokasi sempurna pelatihan terorisme.

Kurz Gesagt mengatakan, guna memahami konflik yang rumit itu dengan lebih baik, orang perlu memahami hubungan antara dua aliran utama dalam Islam, yaitu Syiah dan Sunni. Sunni mencakup sekitar 80 persen dari total jumlah umat Muslim dunia dan Syiah sekitar 20 persen. Kelompok-kelompok garis keras di kedua aliran itu tidak saling menyukai.

Arab Saudi dan Iran merupakan dua pemain penting dalam Sunni dan Syiah. Kedua negara itu tidak punya pemisahan antara agama dan negara, masalah dalam negeri dan uang yang banyak dari minyak. Kedua negara menyokong kelompok-kelompok yang bertempur melawan kelompok lain yang berbeda orientasi agama. Salah satu organisasi teror yang disokong Saudi adalah Negara Islam Irak atau ISI.

Tahun 2010 Arab Spring pecah dan mengubah situasi di Timur Tengah. Namun di Suriah, diktator Bashar Al Assad yang berasal dari kalangan Syiah tidak berpikir akan mundur dari jabatannya. Perang sudara pun terjadi. Tentara Assad membunuh rakyat mereka sendiri. Semakin lama perang itu berlangsung, semakin banyak kelompok-kelompok milisi asing bergabung dalam peperangan itu. Kebanyakan dari mereka datang karena alasan agama. Mereka bertujuan dapat mendirikan sebuah negara Islam di kawasan itu.

Salah satu dari kelompok itu adalah ISI, yang sekarang menjadi Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS. Mereka sudah berperang di Irak selama beberapa tahun dan punya beberapa ribu tentara yang terlatih baik dan fanatik. Mereka telah menguasi Irak utara dan ingin mendirikan negara berdasarkan agama yang mereka kelola sendiri. Kedatang mereka mengubah perang di Suriah ke situasi yang tidak pernah diduga orang sebelumnya. ISIS terlibat peperangan dengan hampir semua faksi lainnya dalam kalangan pemberontak Suriah. Mereka menyerang dan membunuh anggota kelompok teroris lainnya. Di wilayah yang dikuasai, mereka mendirikan Negara Islam dengan dengan menjunjung tinggi aturan Allah.

ISIS dituduh bertanggung jawab atas banyak pembantaian warga sipil dan jumlah tak terbilang pengeboman bunuh diri, penyanderaan wanita dan anak-anak, eksekusi dan pemenggalan terhadap para tahanan.

ISIS baru-baru ini memutuskan bahwa sudah saatnya untuk menguasi wilayah yang lebih luas di Irak. Sejak AS meninggalkan Irak, Perdana Menteri Nouri Al Maliki dari kalangan Syiah telah memonopoli kekuasaan dan sedapat mungkin mendiskriminasi golongan Sunni. Pemerintah Irak secara luas dinilai korup, tidak becus, dan tentu saja dibenci oleh sebagian besar warga negara itu.

Militer Irak punya 300 ribu tentara yang dibentuk dengan menghabiskan 25 miliar dollar AS uang pajak, tetapi mereka tidak loyal kepada pemerintahnya dan telah mundur atau bubar. Sejumlah kota di negara itu pun jatuh ke tangan ISIS yang telah mengumumkan bahwa siapa saja yang menentang mereka akan dibunuh. ISIS telah membuktikan bahwa mereka serius dengan ancaman tersebut.

Pada 24 Juni 2014 ISIS merebut sebagian wilayah Irak, termasuk kota Mosul, kota terbesar kedua di negara itu. Mereka mengguras ratus juta dana dari bank-bank yang mereka kuasi. Menurut Kurz Gesagt, pengurasan dana bank itu membuat mereka menjadi kelompok teroris terkaya di dunia.

ISIS konsisten dengan niat merka untuk mendirikan sebuah negara agama. Menurut Kurz Gesagt, Iran dan AS bahkan kini mempertibangkan untuk bekerja sama guna melawan mereka. Saat ini kelompok ISIS dipimpin oleh seorang tokok ternama yakni Abu Bakar Al-Bahgdadi, berikut profilnya.

Tags


Share

Komentar Anda Mengenai : Ini Sejarah Lahirnya ISIS Versi Kurz Gesagt